Selasa, 25 Agustus 2026

Breaking News

  • Lima Pekan Tak Turun Hujan, Pemkab Siak Gelar Shalat Istisqa   ●   
  • Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polsek Senapelan Turun Bagikan Masker   ●   
  • Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polsek Binawidya Turun ke Jalan Bagikan Masker   ●   
  • Mega Proyek Reklamasi, Singapura bakal Gabung 3 Pulau jadi Satu   ●   
  • DPR RI Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat Desember 2026   ●   
Diskusi LPIP ke-38, 5 Pakar Bedah Masa Depan Pendidikan Islam  di IRGT  Pekanbaru
Sabtu 01 Agustus 2026, 11:56 WIB
Diskusi LPIP ke-38.

PEKANBARU - Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) kembali mengupas seputar dunia Islam dan pendidikan anak bangsa. Kali ini pada Diskusi LPIP seri ke -38 mengambil tema Masa Depan Pendidikan Islam: Inovasi, Moderasi, dan Penguatan Karakter. Acara  digelar di Gedung Islamic Riau Global Terpadu (IRGT Hall) Jl.Jendral Sudirman Pekanbaru, Sabtu, (01/08/2926).

Diskusi yang diikuti puluhan tokoh dan praktisi pendidikan ini menghadirkan lima pembicara. Masing-masing, Prof.Dr.Alaiddin Koto,MA (Ketua LPIP),  Dr.H.Achmad,M.Si (Anggota DPR-RI), Prof.Dr.Jaswar Koto (Diaspora Indonesia/Direktur Poltek BBC), Prof.Dr.Junaidi,M.Si (Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau/Rektor UNILAK) dan H.Jasman Jaiman,M.Ed (Pendiri Islamic Riau Global Terpadu), dengan moderator Dr.Dian Eka Putra, M.Sy.

Tampak hadir juga Pakar Hukum UIR, Dr.Husnu Abadi, SH, MH, Ketua ICMI Riau, drg Burhanudin Agung, MM, Sekretaris FKPMR yang juga mantan Sekda Riau, Ahmad Hajazi, Prof.Afrizal dan sejumlah tokoh dan praktisi pendidikan lainnya.

Pada pembukaan acara,  Budayawan Riau, Dr.H.Husnu Abadi, SH, MH didaulat tampil membacakan puisi  yang berjudul Kupu-kupu dalam Buku karya Taufiq Ismail. Budayawan yang juga Pakar Hukum dari UIR ini membacakan puisi dengan intonasi dan penghayatan  yang luar biasa sehingga membawa suasana takzim di ruangan acara.

Pendiri Islamic Riau Global Terpadu, Drs.Jasman Jaiman, M.Ed dalam sambutannya saat pembukaan menyebut diskusi LPIP ke-38  ini temanya menarik untuk dibahas dan kebetulan disaat yang sama IRGT sedang merancang program baru  dalam inovasi dan moderasi program  

Sekretaris LPIP,  Dr.Dian Eka Putra, M.Sy mengungkapkan,LPIP sudah berdiri 13 tahun, sudah 38 kali berdiskusi. Diskusi dipilih sebagai jalan perubahan menuju yang lebih baik. Ini belajar dari peradaban Islam di Baqdad Iraq beberapa dekade silam,  Kala itu disana ada Baitul Hikmah banyak tokoh tokoh besar Islam yang berdiskusi disana yang  melahirkan masa keemasan Islam.

"LPIP sudah melaksanakan 38 kali diskusi. Sebelumnya diskusi ke-37 LPIP dilaksanakan di Perlis Malaysia dan selanjutnya Diskusi ke-39 direncanakan dilaksanakan di Dumai yang menghadirkan peserta dari empat negara," papar Dr  Dian.

Lebih jauh disebutkan, LPIP  adalah organisasi independen yang berdiri atas semua golongan. Sejak keberadaanya di Provinsi Riau berbagai kalangan sudah diundang dalam berbagai kegiatan dan diskusi yang diadakan.

Kepala  Balai Guru dan Tenaga Kependidikan  (BGTK) Riau Dikdasmen RI, Riski Bestari, M.Pd berharap diskusi LPIP ke-38 ini dapat memberikan masukan bagi dunia pendidikan khususnya BGTK Dikdasmen RI.

Secara umum diskusi berjalan lancar, Moderator  Dr.Dian Oka Putra,M.Sy membawa acara dengan santai namun serius, sehingga peserta fokus mengikuti pemaparan dari pemateri. Satu demi satu pembicara menyampaikan pandangan tentang masa depan pendidikan Islam

Ketua LPIP, Prof. Dr.Alaidin Koto, MA dalam pembukaan diskusi mengatakan, LPIP menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung pelaksanaan acara. "Pemateri yang hadir adalah tokoh-tokoh yang kompeten dibidangnya. Ada anggota DPR RI, ada diaspora, ada Pajar pendidikan ada Dewan Pendidikan dan ada praktisi Pendidikan," katanya.

Prof Alaidin Koto mengungkapkan, saat ini tenaga pendidikan penuh dengan presure. Banyak kerja-kerja administrasi yang diwajibkan kepada guru sehingga mengurangi fokusnya terkait keahliannya. "Mudah-mudahan pada diskusi  ini ada solusi dan jalan keluar atas persoakan-oersoalan dunia pendidikan dewasa ini," pungkasnya. 

Anggota DPR RI, Dr. Achmad, M. Si lebih menyoroti karakter siswa di dunia pendidikan. Menurutnya saat ini karakter siswa menjadi persoalan penting terutama karakter Islam. Ini bisa dilihat dari minimnya siswa dan pelajar saat sholat subuh di Masjid-masjid. 

Politisi dari Partai Demokrat ini juga mengupas tentang ketimpangan anggaran pendidikan umum dan pendidikan Islam . "Saat ini anggaran pendidikan Umum sekitar Rp600 Triliun, sementara Anggaran Pendidikan Islam dalam APBN hanya sekitar Rp69 Triliun, " katanya.(Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top